
Invalid Date
Dilihat 48 kali

Tutur Kata Ketua Komunitas Informasi Masyarakat : Hudri
Kami sudah terbiasa dengan debu dan deru mesin. Kami tidak lagi kaget melihat wajah-wajah baru yang datang setiap tahunnya menyapu ketenangan desa kami. Kami menerima mereka sebagai tamu, meski terkadang kami merasa terasing di tanah yang kami pijak sejak kecil.
Namun, di balik kepatuhan kami, ada luka yang sulit mengering. Kami menyaksikan Sumber Daya Alam kami dikeruk, dan kami paham bahwa suatu saat tambang ini akan habis. Yang kami tanyakan: setelah lubang-lubang itu menganga, apa yang tersisa bagi anak cucu kami? Kami merindukan solusi pengolahan alam yang lebih abadi, yang tidak hanya menghancurkan, tapi juga menumbuhkan kehidupan selain pertambangan.
Tentang Hak Kami yang Terabaikan...
Sangat menyakitkan ketika kami, pemilik sah tanah ini, harus melewati tembok administrasi yang begitu tinggi hanya untuk bekerja di halaman rumah sendiri. Mengapa kami harus menunggu kabar burung tentang lowongan? Mengapa kami harus memohon untuk sekadar memberi tenaga?
Seharusnya, kehadiran perusahaan menjadi jaminan bahwa kami adalah prioritas. Kami bukan sekadar angka dalam statistik "tenaga kerja lapangan". Kami memiliki akal, kami memiliki martabat. Namun, pimpinan seolah menutup mata bahwa kami pun mampu duduk di kursi staf, mengelola kantor, bukan hanya berpeluh keringat di bawah terik matahari.
Tentang Kejujuran yang Kami Minta...
Ketika pintu terbuka untuk sepuluh orang, mengapa hanya empat dari kami yang dipanggil, sementara enam lainnya didatangkan dari jauh? Kami tidak membenci mereka yang datang mencari nafkah, karena kami mengerti arti bertahan hidup. Tapi kami memohon satu hal: Jujurlah kepada kami.
* Jangan beri kami harapan palsu jika memang kami dianggap tak mampu.
* Jika kami kekurangan ilmu, ajari kami.
* Jika kami kekurangan syarat, bimbing kami.
Jangan biarkan kami hanya menjadi penonton di pinggir jalan sementara kekayaan desa kami diangkut pergi. Kami tidak butuh belas kasihan, kami butuh pengakuan bahwa kami ada, kami berharga, dan kami berhak atas masa depan di tanah ini.
Teriring salam dari kami yang bertahan dalam sunyi.


Bagikan:

Desa Tambakua
Kecamatan Landawe
Kabupaten Konawe Utara
Provinsi Sulawesi Tenggara
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini